Minggu, 21 Februari 2010

Kabupaten Minahasa


Kabupaten Minahasa adalah salah satu kabupaten yang berada di wilayah Propinsi Sulawesi Utara. Luas wilayahnya 1029,82 km2, terdiri dari 18 kecamatan. Jumlah penduduknya 303.544 jiwa dimana 155.815 orang pria dan 147.729 orang wanita. Kabupaten ini tingkat pendidikannya cukup tinggi, dan memiliki struktur ekonomi yang relatif baik.

Wilayah Kabupaten Minahasa di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara dan Laut Maluku, di sebelah Barat berbatasan dengan Kota Manado dan Laut Sulawesi, di Selatan berbatasan dengan kabupaten Minahasa Selatan.

Alam kabupaten ini cocok untuk areal tanaman pertanian. Hampir di semua kecamatan berbagai tanaman pertanian tumbuh subur. Budidaya padi sawah di sini umumnya sawah dengan irigasi semiteknis dan sederhana, di samping juga terdapat sawah tadah hujan. Tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi, jagung, ubi-ubian, dan tanaman hortikultura lainnya. Sebanyak 33,41 persen penduduk bekerja di lahan pertanian. Hasil itu selain untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah sendiri, juga dipasarkan ke daerah sekitar.

Subsektor perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar, memegang peranan penting bagi perekonomian di Kabupaten Minahasa. Komoditas perkebunan yang banyak diusahakan penduduk adalah kelapa, cengkeh, vanili, cokelat (kakao), dan pala. Pola penanaman masih sederhana dan merupakan perkebunan rakyat yang dikelola secara turun-temurun. Tanaman kelapa, diusahakan penduduk sejak lama dan tumbuh subur hampir di semua kecamatan di Bumi Nyiur Melambai ini. Cengkeh, pala, dan vanili juga banyak ditanam di daerah ini. Tanaman cengkeh terutama diusahakan di Kecamatan Airmadidi, Kauditan, dan Kema.

Kelapa umumnya dibuat kopra merupakan komoditas unggulan kabupaten. Kopra di sini sebagian besar merupakan produk industri rumahan, sementara pengolahan kelapa menjadi minyak dikerjakan oleh pabrik. Selain itu, kelapa juga diolah menjadi tepung kelapa, nata de coco, dan arang tempurung. Komoditas ini sudah masuk pasar ekspor, terutama ke Eropa dan India.

Berdasarkan sejarahnya, kata Minahasa berasal dari "MINAESA" yang berarti persatuan, pada zaman dulu Minahasa dikenal dengan nama "MALESUNG".

Menurut penyelidikan Wilken dan Graafland, pemukiman nenek moyang orang Minahasa dulunya di sekitar pegununggan Wulur Mahatus, kemudian berkembang dan berpindah ke Mieutakan daerah sekitar Tompaso.

Orang minahasa yang dikenal dengan keturunan Toar Lumimuut waktu itu dibagi dalam tiga golongan, yaitu : Makarua Siow : para pengatur Ibadah dan Adat; Makatelu Pitu : yang mengatur pemerintahan; Pasiowan Telu : Rakyat.

Berdasarkan penyelidikan Dr. J.P.G. Riedel, sekitar tahun 1670 di Minahasa telah terjadi suatu musyawarah di watu Pinawetengan yang dimaksud untuk menegakkan adat istiadat serta pembagian wilayah Minahasa. Pembagian wilayah minahasa tersebut dibagi dalam beberapa anak suku, yaitu:

Anak suku Tontewoh (Tonsea) : wilayahnya ke timur laut

Anak suku Tombulu : wilayahnya menuju utara
Anak suku Toulour : menuju timur (atep)

Anak suku Tompekawa : ke barat laut, menempati sebelah timur tombasian besar

Pada saat itu belum semua daratan Minahasa ditempati, baru sampai di garisan Sungai Ranoyapo, Gunung Soputan, Gunung Kawatak, Sungai Rumbia. Setelah abad XV dengan semakin berkembangnya keturunan Toar Lumimuut dan terjadi perang dengan Bolaang Mongondow, penyebaran penduduk meluas ke seluruh daerah Minahasa. Hal itu sejalan dengan perkembangan anak Suku Tonsea, Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik. 

Dalam rangka untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam kendali penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat usulan pembentukan kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, dan setelah melalui proses persetujuan DPR-RI, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon ditetapkan menjadi Kabupaten dan Kota Otonom melalui UU Nomor 10 tahun 2003 tertanggal 25 Pebruari 2003. Pada tanggal 21 Nopember 2003 dengan UU Nomor 33 Tahun 2003, Kabupaten Minahasa Utara ditetapkan menjadi daerah otonom baru. 

Dengan adanya pemekaran itu, wilayah Minahasa menjadi tiga Kabupaten, yaitu; Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara, serta tiga Kota, yaitu; Kota Manado, Kota Bitung, dan Kota Tomohon.

Kontribusi pembentukan PDRB berasal dari pertanian sebesar 23,3 persen, sektor bangunan dan konstruksi sebesar 20 persen dan sektor jasa-jasa lain sebesar 15,62 persen. Pertanian meliputi padi, palawija, pekebunan dan peternakan. Total panen padi per tahun mencapai 65.397,9 ton. Padi banyak terdapat di Kecamatan Langowan Selatan, Langowan Barat dan Sonder. Jagung banyak terdapat di Kecamatan Kawangkoan, ubi kayu di Pineleng, ubi jalar di Langowan Timur, talas di Tondano Barat dan kacang tanah di Kawangkoan. 


Lain dengan tanaman perkebunan. Tanaman ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan palawija. Tanaman ini memiliki usia yang tahunan baru dapat dinikmati hasilnya. Tanaman kebun yang ada di Minahasa terdiri dari kelapa dengan total panen pada 2006 mencapai 16.153,55 ton, Cengkeh 755 ton, Vanili 29,06 ton, kopi 156,75 ton, kakao 37,7 ton, aren 10.316 ton dan casievera 21,36 ton.

Kelapa banyak terdapat di Kakas dan Tombariri, cengkeh di Kombi dan Sonder, Vanili di Langowan Timur dan Kombi. Sementara Kopi banyak dihasilkan di daerah Remboken dan Tondano Barat. Sedangkan produksi Aren banyak dihasilkan dari Tombariri, Tompaso dan Tombulu dan casievera terkonsentrasi di Kawangkoan dan Tondano Barat.

Sementara hasil sub-sektor peternakan yang menonjol adalah ternak Sapi 20.280 ekor, Babi 87072 ekor, Kambing 3306 ekor, Kuda 5567 ekor, 44.291 ternak Unggas Ayam Ras dan Itik 455.508 ekor. Sapi banyak terdapat di Kecamatan Kawangkoan, Remboken dan Tompaso, Babi Tombulu, Eris dan Tondano Selatan, Kambing di Tondano Barat dan Kombi, kuda di Eris, Lawongan Timur dan Lawongan Selatan sedangkan ternak Anjing banyak terdapat di Tombariri, Tompaso dan Kombi. Untuk ternak unggas Tondano Selatan. Usaha Koperasi banyak terdapat di Tondano Barat sedngkan bentuk usaha non-koperasi banyak terdapat di Kakas dan Tondano Barat.


Sumber :

http://www.cps-sss.org/web/home/kabupaten/kab/Kabupaten+Minahasa

Sumber Gambar:

http://www.minahasa.net/images/map-minahasa-id.png

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar