
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara adalah salah satu bagian dari Provinsi Sulawesi Utara terletak antara Oo-30’ 1o-O’ Lintang Utara dan 123o – 1 24o Bujur Timur. Luas wilayah 185.686 ha (1.856,86 km²) ± 12,3% dari luas Sulawesi Utara. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dilalui oleh jalan Trans Sulawesi di pesisir Pantai Utara kabupaten Bolaang Mongondow dimana jalan ini sangat berfungsi sebagai jalur lalu lintas barang dan orang dari dan ke daerah Minahasa, Manado dan Bitung di sebelah timur dan Provinsi Gorontalo di sebelah Barat.
Adapun batas wilayah teritorial Kabupaten Bolaang Momgondow Utara antara lain :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi
- Sebelah Timur berbatasan Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow
- Sabelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merupakan salah satu daerah yang baru dimekarkan di Provinsi Sulawesi Utara yang disahkan melalui Undang-Undang No 10 Tahun 2007. Dan sebagai daerah pemekaran yang baru, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga sama seperti daerah yang lain di Sulawesi yakni mempunyai fauna yang dimiliki sebagai ciri khas Sulawesi. Yaitu Anoa.
1. Etnis Jawa di Pangkusa, Sidodadi, Goyo
3. Etnis Minahasa di Sidodadi, Boahabak 3, Boroko, Bigo
4. Etnis Gorontalo di Bohabak 4, Inomunga, Bohabak 3, Bigo, Biontong Induk.
5. Etnis Mongondow di Boroko, Batu Lintik dan Sangkup
6. Etnis Bugis di Boroko, Tombolango, Bintauna Pante.
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada umumnya memiliki 2 bahasa yakni bahasa Kaidipang dan bahasa Bintauna serta terdapat beberapa suku yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar sehari-hari.
Disamping itu penduduk Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebahagian besar mayoritas beragama Islam, lainnya Kristen, Hindu. Tingkat toleransi beragama sangat tinggi dan semangat gotong-royong yang kuat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.
Pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian penduduk dengan padi sebagai tanaman utama. Vanili, Kakao, Pala dan cengkeh merupakan tanaman perdagangan akan tetapi sebagai unggulan daerah ini adalah perkebunan Kelapa (kopra). dan hasil hutan berupa rotan, serta beberapa macam kayu seperti Cempaka, Lingua, Meranti, Nyato dan Kayu Besi yang merupakan andalan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Pada umumnya Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan diketuai oleh Kepala Desa sedangkan adat yang ada di Kaidipang Besar, di kecamatan Camat sebagai Pembina adat, sedangkan di desa terdapat pemangku adat dan kordinator adat.
Hukum adat yang ada di Kaidipang Besar. Ketua adat menetapkan hukum adat Salah satu contoh adalah hukum perkawinan apabila seseorang dengan niat kawin lari maka hukum yang terapkan oleh ketua adat adalah :
Umumnya masyarakat yang jujur dan ramah sering mengadakan upacara untuk menyambut para tamu dengan tarian Adat untuk di Kecamatan Kaidipang Tarian adat ini dinamakan dengan tarian Tinggulu.
Adapun perlengkapan Tarian Tinggulu yaitu berupa :
2. Tombak
3. Gendang
4. Musik Kulibu
5. Payung kebesaran kerajaan.
Sedangkan proses pelaksanaan tarian tinggulu dilaksanakan oleh 8 orang yang terdiri atas 8 orang laki-laki.
Secara tradisional, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki ciri pakaian adat antara lain dapat dilihat di bawah ini.
Unsur-unsur adat dan budaya yang masih dimiliki antara lain :
2. Upacara adat seperti :
Upacara perkawinan
dan upacara adat lainnya (seperti upacara penobatan raja)
3. Kesenian, di bagi atas 2 bagian yaitu Kaidipang Besar dan Bintauna
A. Kesenian dari Kaidipang Besar antara lain :
Kulipu yakni didedangkan pertanda kegiatan tarian akan dimulai. Kulipu adalah suatu alat musik tradisional yang oleh masyarakat Kaidipang Besar dianggap sakral karena musik ini adalah peninggalan para leluhur yang bersejarah di Bolaang Mongondow Utara.
Tarian Tinggulu adalah tarian keamanan istana pada zaman kerajaan Kaidipang Besar yang gerakan-gerakannya bermakna sebagai latihan menghindari musuh, menembak, menangkis serangan, menyerbu serta menembak sambil menangkis serangan bila ada musuh yang akan mengganggu keamanan istana.
Giomu adalah bagian dari tarian tinggulu yang bermakna sebagai tarian pergaulan yang menggalang persatuan dan kesatuan yang kokoh, yang dibuktikan dengan gerakan berpelukan satu sama lain, langkah demi langkah bersambung tak terpisahkan ini merupakan perwujudan dari emansipasi bagi wanita. Olehnya tarian ini oleh masyarakat Bolaang Mongondow Utara digunakan sebagai tarian penjemput tamu kebesaran dan juga digunakan pada acara pernikahan bagi orang-orang tertentu.
Daiye adalah barisan kaum laki-laki yang ingin mencoba mengacaukan Giomu namun keakraban kaum wanita Bolaang Mongondow Utara mereka tetap tenang dalam menghadapi tantangan dan rintangan.
B. Kesenian Bintauna
• Tarian Jake, yakni yakni tarian hiburan waktu pelaksanaan perkawinan.
Tombak (topajaro)
Valise (perisai)
Bendera (sesudah kemenangan).
Selain mempunyai adat dan budaya yang merupakan ciri khas daerah, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara juga memiliki kerajinan-kerajinan yang unik juga yaitu:
1. Kerajinan Tolung (Topi Penutup Kepala)
3. Kerajinan Peroco (Tempat Menyimpan Padi)
4. Kerajinan Pakaian dari Kulit Ivo
Sumber :
http://www.bolmutkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=47&Itemid=55
Sumber Gambar:
http://www.sulut.go.id/new/image/stories/peta.jpg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar